Aku untuk Adikku (3)

Dik,

Tahukah kau dik, kita terlahir ke dunia ini dengan risiko yang teramat berat, taruhannya berupa dua nyawa (ibu kita yang selamat atau kita). Sebuah keluarbiasaan Tuhan kita bisa terlahir dan menyaksikan senyum ibu kita sekarang. Jika kelahiran kita sudah merupakan sebuah risiko yang teramat besar, mengapa kita takut mengambil risiko hidup sekarang?

Dik,

Jangan pernah ada ketakutan dalam dirimu kecuali takut pada Tuhanmu. Ambil semua risiko  kehidupanmu asalkan kau dapat mengukur kemampuanmu. Dan jadilah kau manusia yang luar biasa. Jangan pernah takut gagal, karena keberhasilan dibangun atas pondasi kegagalan. Tidak mungkin seorang-orang mengatakan dirinya berhasil kalau ia tak pernah merasakan kegagalan.

Dik,

Bermimpilah yang indah, kemudian bangun dirimu meraih mimpimu itu. Impianmu akan membangun duniamu, jika ia kau yakini, kau perjuangkan, dan kau pasrahkan padaNya. Mimpimu adalah kuncimu untuk menaklukkan duniamu.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.